Sasuke's Mangekyō Sharingan

WELCOME TO MY BLOG

● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ●

Jumat, 27 Maret 2020

Elementary Path Problem (Program Dinamik)


                                                                        Program Dinamik
                                            Masalah Jalur  Dasar (Elementary Path Problem)



Pengenalan

Pemrograman dinamis adalah prosedur pengoptimalan
terutama berlaku untuk masalah yang membutuhkan urutan yang saling terkait keputusan.
Setiap keputusan mengubah situasi saat ini menjadi yang baru situasi. Urutan keputusan, yang pada gilirannya menghasilkan urutan situasi, dicari yang memaksimalkan (atau meminimalkan) beberapa ukuran nilai. Nilai urutan keputusan umumnya sama dengan jumlah nilai-nilai dari keputusan dan situasi individu dalam urutan.

Masalah Jalur Simple Misalkan untuk saat ini Anda tinggal di kota yang jalanannya Memiliki Banyak Jalur Untuk Ke tempat tujuan yang ingin anda kunjungi. Anda akan belajar cara menemukan jalur upaya minimum untuk sampa Ke tujuan. tentu saja dapat memecahkan masalah ini dengan menghitung semua kemungkinan jalur dari A ke B; menjumlahkan upaya, blok demi blok, masing-masing; dan lalu pilih jumlah terkecil seperti itu. 

Penyelesaian kasus jarak terpendek menggunakan Pemrograman Dinamik








Data Jarak :






Langkah Mundur:
 






Solusi Pemrograman Dinamik
Untuk mengembangkan pendekatan pemrograman dinamis dibuat dengan menggunakan Prinsip Optimalitas. Pada penyelesaian persoalan dengan metode :
  1. terdapat sejumlah berhingga pilihan yang mungkin,
  2. solusi pada setiap tahap dibangun dari hasil solusi tahap sebelumnya,
  3. kita menggunakan persyaratan optimasi dan kendala untuk membatasi sejumlah pilihan yang harus dipertimbangkan pada suatu tahap.

Terminologi

  1. Decision variables (Variabel Keputusan ): alternatif atau kemungkinan keputusan yang didapat pada setiap tahapan.
  2. Decision criterion (Kriteria Keputusan ) : Pernyataan tentang tujuan permasalahan.
  3. Optimal policy (Kebijakan Optimal ): Seperangkat ketentuan keputusan yang dibuat dari hasil kriteria keputusan..
  4. Transformation(Transformasi ) : Pernyatan matematis yang menghubungkan antar tahapan.

Efisiensi Komputasi

          Efisiensi pendekatan pemrograman dinamis untuk masalah jalur upaya minimum Ketika kita bertanya, dalam masalah di masa depan, berapa banyak penambahan dan berapa banyak diperlukan perbandingan untuk solusi pemrograman dinamis,
                   Kita diharapkan  untuk melakukan perhitungan yang benar-benar dilakukan, hitung poin (atau situasi) yang harus dipertimbangkan, hitung penambahan dan perbandingan yang diperlukan disetiap titik seperti itu (memperhitungkan kemungkinan perhitungan yang bervariasi di poin yang berbeda), dan total perhitungan.


Stage and State

  Tahapan (Stage): Periode atau logika sub-permasalahan.
  Variabel Pernyataan (State variables): Situasi awal atau kondisi tahapan, juga disebut variabel input.
  Umumnya satu variabel menggambarkan berapa banyak keputusan yang telah dibuat.
  Nilai dari variabel stage dan state merupakan deskripsi situasi yang memadai untuk memungkinkan pemrograman dinamis 


Prosedur Penggandaan
  dari penggandaan hanya dapat digunakan untuk proses invarian waktu, sementara prosedur yang biasa masih bekerja untuk sepenuhnya tergantung tahap umum biaya.


Sekian Mengenai Penjelasan saya mengenai Masalah Jalur dasar Pada Program Dinamik. Anda Bisa Mendownload PPT.Masalah Jalur Dasar Dan Referensi Buku Online Mengenai Program DInamik
Di bawah ini:


Catatan : 1. Untuk Yang Pertama Merupakan Power Point Masalah Jalur Dasar.
               2. Buku Bacaan Mengenai Masalah Jalur Dasar Yang Sudah Di Translete Dan Lengkap.

Untuk Mendownload File nya Ikuti Langkah Berikut :
1. Klik Link Di atas.
2. Lalu Masukkan Akun Gmail Anda Untuk Mengakses File Agar Dapat Di Download
   Setelah itu Ikuti Langkah Seperti Di Gambar
 4. Lalu Download

 5. Save Filenya



6. Selesai

Semoga Bermanfaat Dan Membantu. Terima Kasih Telah Berkunjung.

METODE BISEKSI

                                           Metode Biseksi Menggunakan Program Mathlab

metode ini adalah metode table, dimana area dibagi menjadi N bagian. 
metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini dipilih bagian mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar dibuang.Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga diperoleh akar persamaan.

Metode biseksi merupakan salah satu metode tertutup untuk menentukan solusi akar dari persamaan non linear atau disebut juga metode pembagian Interval atau metode yang digunakan untuk mencari akar-akar persamaan nonlinear melalui proses iterasi, dengan prinsip utama sebagai berikut:
  1.  Menggunakan dua buah nilai awal untuk mengurung salah satu atau lebih akar persamaan non linear.
  2. Nilai akarnya diduga melalui nilai tengah antara dua nilai awal yang ada.Metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini dipilih mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar dibuang. Hal ini dilakukan berulang - ulang hingga diperoleh akar persamaan.


Untuk menggunakan metode biseksi, tentukan batas bawah(a) dan batas atas(b). Kemudian dihitung nilai tengah: c = (a+b)/2
Dari nilai c ini perlu dilakukan pengecekan keberadaan akar :
f(a) . f(b) < 0, maka b=c, f(b)=f(c), a tetap
f(a) . f(b) > 0, maka a=c, f(a)=f(c), b tetap
Setelah diketahui dibagian mana terdapat akar, maka batas bawah & batas atas di perbaharui sesuai dengan range dari bagian yg mempunyai akar.
Interval baru dibagi dua lagi dengan cara yang sama. Begitu seterusnya sampai ukuran interval yang baru sudah sangat kecil dan hal ini tentu saja sesuai dengan toleransi kesalahan yang diberikan.

Algoritma Metode Biseksi:

1. Definisikan fungsi f(x)yang akan dicari akarnya
2. Tentukan nilai a dan b
3. Tentukantorelansie daniterasimaksimumN
4. Hitung f(a) dan f(b)
5. Jika f(a).f(b)> maka proses dihentikan karena tidak ada akar, bila tidak dilanjutkan
6. Hitung c= Hitung f(c)
7. Bila f(c).f(a)<0maka b=c dan f(b)=f(c), bila tidak a=x dan f(a)=f(c)
8.  Jika b-a<e atau iterasi>iterasi maksimum maka proses dihentikan dan didapatkan      akar = c, dan bila tidak, ulangi langkah6.
Metode biseksi dengan tolerasi error 0.001 dibutuhkan10 iterasi, semakin teliti (kecil toleransi errornya) maka semakin besar jumlah iterasinya.

1.      Source Code

clc;
f=inline('x.^2 - x - 8');
c=input('Masukkan nilai Batas Bawah (c) : ');
d=input('Masukkan nilai Batas Atas (d)  : ');
iterasi=input('Masukkan nilaiiterasinya         : ');

disp('------------------------------------------------------------------------------------------------------------');
disp(' i             c               d                f(c)             f(d)              x             f(x)');
disp('------------------------------------------------------------------------------------------------------------');

if f(c)*f(d)>0
disp('Tidak punya akar');
else
for iterasi = 1:1:iterasi
        x=(c+d)/2;
fprintf('%3g       %10.7f       %10.7f       %10.7f       %10.7f       %10.7f       %10.7f\n',iterasi,c,d,f(c),f(d),x,f(x));

if f(x)*f(c)<0
            d=x;
else
            c=x;
end
iterasi=iterasi+1;
end
fprintf('Akarpersamaandiperoleh di x = %10.7f \n',x);
end

x=linspace (-8,8);
y=f(x);
plot(x,y,'m')
grid on


1.             Output Program


1.                         

                     PLOT

Penjelasan
1.       Clc : Digunakan untuk menghapus lembar kerja bukan menghapus data-data         pada output.
2.       Iterasi : banyak pengulangan yang terjadi.
3.       Iterasi = Iterasi + 1 : Pengulangan yang akan terus dilanjutkan dengan kriteria       yang   ditambah 1 sampai mendekati nilai batas atas.
4.       Linspace  Titik koordinat untuk batas pada grafik.
5.       Plot(x,y,’m’) : grafik pada titik koordinat.
6.       Grid on : menampilkan diagram garis.
7.       For : untuk pengulangan menjalankan program iterasi.

Program akan berjalan dengan mencari nilai f(c) dan f(d) terlebih dahulu,lalu setelah itu jika f(c).f(d)>0 maka di sekitar c dan d tidak terdapat akar, jika tidak maka akan berlanjut yakni mencari titik x diantara c dan d, setelah nilai x diperoleh maka akan di cek untuk menentukan nilai batas atas dan bawah yg digunakan pada iterasi berikutnya.
Jika f(x).f(c)<0 maka untuk nilai batas bwh di ganti dengan nilai x yg diperoleh , begitu seterusnya hingga iterasi ke-20.



Pengenalan Bahasa Pemrograman R



BahasaPemrograman R

R (juga dikenal sebagai GNU S) adalah bahasa pemrograman dan perangkat lunak untuk analisis statistika dan grafik. R dibuat oleh Ross Ihaka dan Robert Gentleman] di Universitas AucklandSelandia Baru. Perangkat lunak R mula-mula dibuat oleh Ross Ihaka dan Robert Gentleman pada pertengahan 1990-an. Sejak tahun 1997, proyek R telah diorganisasi oleh R Development Core Team, di mana Chambers merupakan anggotanya. R dinamakan sebagian setelah nama dua pembuatnya (Robert Gentleman dan Ross Ihaka), dan sebagian sebagian dari permainan nama dari S.
Bahasa R kini menjadi standar de facto di antara statistikawan untuk pengembangan perangkat lunak statistika, serta digunakan secara luas untuk pengembangan perangkat lunak statistika dan analisis data. R juga telah dikembangkan untuk sistem operasi Unix, Macintosh dan Windows.
R merupakan bagian dari proyek GNU. Kode sumbernya tersedia secara bebas di bawah Lisensi Publik Umum GNU, dan versi biner prekompilasinya tersedia untuk berbagai sistem operasi. R menggunakan antarmuka baris perintah, meski beberapa antarmuka pengguna grafik juga tersedia.

Tujuan utama dari lingkungan R adalah untuk memungkinkan dan mendorong
terciptanya analisis data yang baik. manfaat-manfaat yang di berikan aplikasi R :

1. memberikan fasilitas-fasilitas umum dan mudah digunakan untuk organisasi,

penyimpanan dan pemanggilan data.
2. memberikan teknik-teknik komputasi dan metoda-metoda numerik.
3. memungkinkan membuat fungsi-fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.
4. memberikan cara interaktif, informatif dan fkelsibel untuk memandang data.

R dapat digunakan pada berbagai bidang seperti analisis keuangan, penelitian 
statistika, manajemen, akademis, matematika, grafik dan analisis data.


beberapa kelebihan dan kekurangan software R. Adapun kelebihan dan kekurangnnya adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
1. Efektif dalam pengelolaan data dan fasilitas penyimpanan. Ukuran file yang disimpan jauh lebih kecil dibanding software lainnya.
2. Lengkap dalam operator perhitungan array.
3. Lengkap dan terdiri dari koleksi tools statistik yang terintegrasi untuk analisis data, diantaranya, mulai statistik deskriptif, fungsi probabilitas, berbagai macam uji statistik, hingga time series.
4. Tampilan grafik yang menarik dan fleksibel ataupun costumized.
5. Dapat dikembangkan sesuai keperluan dan kebutuhan dan sifatnya yang terbuka, setiap orang dapat menambahkan fitur-fitur tambahan dalam bentuk paket ke dalam software R.

Kekurangan:
1. Terlalu banyak command
2. Tidak memiliki kemampuan untuk menganalisa multivariabel
3. Fungsi yang "menyesatkan" atau nama-nama parameter (data =, sort, if)
4. Pengendalian variabel yang tidak rapih
5. Cara untuk penamaan dan menggantikan nama variabel sangat rumit
6. Fungsi-fungsinya berjalan berdasarkan prosedur
7. Memiliki kemampuan yang rendah untuk memilih himpunan variabel


R menyediakan berbagai teknik statistika (permodelan linier dan nonlinier, uji statistik klasik, analisis deret waktu, klasifikasi, klasterisasi, dan sebagainya) serta grafik. R, sebagaimana S, dirancang sebagai bahasa komputer sebenarnya, dan mengizinkan penggunanya untuk menambah fungsi tambahan dengan mendefinisikan fungsi baru. Kekuatan besar dari R yang lain adalah fasilitas grafiknya, yang menghasilkan grafik dengan kualitas publikasi yang dapat memuat simbol matematika. R memiliki format dokumentasi seperti LaTeX, yang digunakan untuk menyediakan dokumentasi yang lengkap, baik secara daring (dalam berbagai format) maupun secara cetakan.


Selain kelebihan dan kelengkapan fitur-fiturnya, hal yang terpenting lainnya yakni, R bersifat multiplatform, yakni dapat diinstall dan digunakan baik pada system operasi Windows , UNIX/LINUX maupun pada Macintosh. Untuk dua system operasi disebutkan terakhir diperlukan sedikit penyesuaian.
Selain kelebihan disebutkan di atas, R didukung oleh komunitas yang secara aktif saling berinteraksi satu sama lain melalui Internet dan didukung oleh manual atau R- help yang menyatu pada software R

Looping Dalam R
Looping merupakan suatu cara untuk mengulang suatu perintah dengan kondisi yang ditentukan. Menggunakan loop, kita dapat mengotomatiskan suatu kode yang butuh diulang dalam suatu fungsi. Looping yang digunakan dalam R yaitu forwhile, dan repeat. Secara garis besar, diagram bekerjanya loop adalah sebagai berikut:



While = Melakukan kode perintah, selama kondisi yang diberikan benar. Menguji kondisi sebelum melakukan kode perintah (badan loop)
For = Seperti halnya while, hanya saja akan menguji kondisi di akhir kode perintah (badan loop)
Repeat = Melakukan serangkaian kode perintah beberapa kali

Cara memanggil fungsi

Sebelum dapat digunakan, suatu fungsi harus dipanggil terlebih dahulu sehingga tersedia di Global Environment. Cara memanggil fungsi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1.     Fungsi dapat dipanggil secara langsung dengan cara menjalankan fungsi tersebut secara eksplisit. Misalnya anda menuliskan kode fungsi jumlah pada skrip fungsi_baru.R, maka anda dapat menjalankan kode dalam fungsi_baru.R sehingga fungsi jumlah menjadi tersedia di Global Environment.
2.     Fungsi dapat dipanggil secara implisit dengan cara menyisipkan dokumen fungsi pada source(). Pertama, anda dapat menuliskan kode fungsi tersebut dalam skrip (contoh: fungsi_baru.R) kemudian menyimpannya dalam suatu direktori (contoh: ~/Dokumen/R/Fungsi). Kemudian, sisipkan perintah source("~/Dokumen/R/Fungsi/fungsi_baru.R") pada bagian awal skrip utama yang akan anda gunakan untuk bekerja. Maka fungsi jumlahakan tersedia di Global Environment dan dapat segera digunakan.

Jika anda membuat banyak fungsi, maka sebaiknya simpan masing-masing fungsi tersebut dalam dokumen skrip secara terpisah (contoh: jumlah.R, reskala.R, normalisasi.R, dan seterusnya). Hal ini bertujuan untuk mempermudah jika ada perubahan atau perbaikan kode yang harus dilakukan pada suatu fungsi tertentu.



Rabu, 18 Maret 2020

Etika Profesi Matematikawan Terhadap Dunia Industri



BAB I
PENDAHULUAN

                     1.1                         Latar Belakang
Etika dan profesi dewasa ini menjadi perbincangan yang penting bagi semua kalangan. Bukan hanya etika profesi untuk guru saja, tetapi semua kalangan pun akan melakukan etika dan profesi sebagai seorang pekerja dan sebagainya. Etika profesi sebagai seorang Matematikawan khususnya. Dalam makalah ini, saya akan menjabarkan tentang pengertian dari etika profesi dan konsep dasar etika profesi sebagai seorang Matematikawan di bidang industri.
Bila kita membicarakan tentang konsep dasar, maka bila dihubungkan dengan etika profesi, maka memiliki arti bahwa mengapa muncul pertanyaan mengapa muncul etika dalam berprofesi dan harus seperti apa etika yang baik dalam berprofesi ini. Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami apa arti dari etika dan profesi itu sendiri dan selanjutnya konsep dasar etika profesi Matematikawan di bidang industri

1.2           TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pengertian Etika Profesi.
2.      Untuk mengetahui konsep dasar Etika Profesi.
3.    Untuk mengetahui Etika Matematikawan di bidang Industri




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 ETIKA PROFESI

2.1.1   Etika
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”.
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau  adat. Etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.[1][1] Sedangkan jika ditinjau dari bahasa latin  etika  adalah “ethnic”, yang berarti kebiasaan, serta dalam bahasa Greec “Ethikos” yang berarti a body of moral principles or values.[2][2]
Secara bahasa etika adalah suatu ilmu yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang jahat.[3][3]

Etika menurut berbagai literatur sama juga dengan akhlak, moral, serta budi pekerti, dimana akhlak berarti perbuatan manusia (bahasa arab), moral berasal dari kata “mores” yang berarti perbuatan manusia, sedangkan budi adalah berasal dari dalam jiwa, ketika menjadi perbuatan yang berupa manifestasi dari dalam jiwa menjadi pekerti (bahasa sanskerta).[4][4]
Jadi kata etika, moral, akhlaq, serta budi pekerti secara bahasa adalah sama, yaitu perbuatan atau tingkah laku manusia. Dimana objek etika itu sendiri adalah perbuatan manusia sehingga menjadi pembahasan yang sampai saat ini terus diperbincangkan.
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia :

1.      ETIKA DESKRIPTIF,  yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

2.        ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
2.1.2  Profesi
Secara epistemologi, istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin, profecus, yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara terminologi, profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental; yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrumen untuk melakukan perbuatan praktis, bukan pekerjaan manual (Danin, 2002). Jadi suatu profesi harus memiliki tiga pilar pokok, yaitu pengetahuan, keahlian, dan persiapan akademik.[6][6]
Secara bahasa profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian, keterampilan, kejuruan, dan sebagainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah profesionalisasi ditemukan sebagai berikut:
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan dan sebagainya) tertentu.

Profesional adalah:
a.    Bersangkutan dengan profesi.
b.    Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.
c.    Mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya.

2.1.3 Etika Matematikawan di bidang industri
Seorang Matematikawan di tuntut untuk Bersikap profesional. Dimana seorang matematikawan harus bisa Mempertanggungjawabkan Keahlianya  di Berbagai Bidang industri.Matematikawan Harus Bersifat Jujur, Tanggung Jawab , Teliti ,dll.
 Contoh  Industri konstruksi mengambil pekerjaan konstruksi jembatan, Gedung, bendungan, kanal, dan lain-lain. Kita Seorang matematikawan Harus bisa Mengukur dan Menciptakan Bangunan atau jembatan yang kokoh yang tidak mudah roboh dengan Menggunakan Metode/Rumus Matematika yang di kombinasikan dengan keahlian Seorang teknik Sipil. Pada Industri Pabrik juga, misalkan kita seorang matematikawan yang berada di bidang manajemen Persediaan maka kita harus bisa memanejemenkan jumlah produksi agar tidak merugikan perusahaan. Lalu ketika kita akan melakukan Operasi Riset tentang keuntungan produksi Parbik  jangan Membuat data yang tidak realistis sehingga membuat pabrik bisa bangkrut.

Contoh kasus aktivitas yang tidak beretika professional dalam bekerja adalah sebagai berikut:

1.   Pada Industri Kontruksi
Menambah keuntungan bagi dirinya dan melakukan hal-hal yang melanggar kode etik profesinya misalnya ukuran-ukuran kualitas bangunan dikurangi sehingga hasil yang dicapai cepat dan murah namun tidak tahan lama, hal ini tentu sangat fatal akibatnya bagi pengguna bangunan yang dibuat kontraktor tersebut.

2.  Kasus pelanggaran kode etik pada produk berbahaya (Industri Pabrik), produk merupakan salah satu kebutuhan yang ingin diperoleh masyarakat untuk kelangsungan hidupnya. Tentunya, dalam membuat suatu produk, produsen bertujuan untuk memuaskan pelanggan dengan cara produk yang dibuatnya dapat bermanfaat bagi konsumennya. Di sisi lain, justru banyak produk yang dihasilkan itu merugikan pelanggan karena memiliki dampak negatif atau berbahaya bagi konsumen. Contohnya adalah kasus baru-baru ini yaitu susu yang mengandung melamin yang berbahaya bagi konsumen. Contoh kasus tersebut jelas menyalahi etika profesi. Apabila produsen susu tersebut memiliki etika profesi, maka produk berbahaya tersebut tidak akan muncul di pasaran.

3.  Kasus pelanggaran kode etik pada dunia maya(Industri Komunikasi), dampak yang ditimbulkan dari kasus tersebut, diantaranya: virus, spam, penyadapan, carding, melumpuhkan target. Implikasi dari INTERNET (Interconection Networking), memungkinkan pengguna IT semakin meluas, tak terpetakan, tak teridentifikasi dalam dunia. Otomatisasi bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi negative, bermacam kejahatan, penipuan, hingga kerugian lainnya akibat penggunaan internet dalam dunia bisnis. Pelanggaran HAKI, yakni masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual, pembajakan, cracking, software ilegal.

4.  Seorang yang bekerja di bagian QC tersebut melakukan hal yang dianggap tidak baik, yaitu dengan meloloskan suatu produk yang sebenarnya dianggap cacat atau tidak layak. Hal ini disebut pelanggaran etika karena di dalam diri orang tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika profesi. Dampak yang ditimbulkan adalah nama baik perusahaan tersebut akan tercoreng karena tindakan oknum yang melakukan tindakan tersebut.

5.  Seorang Matematikawan yang merencanakan untuk membuat Jembatan dengan tujuan menghubungkan ke suatu kota. Tetapi Metode yang di gunakan matematikawan tersebut salah dan Menyebabkan nilai error  pada jembatan besar. Sehingga pada saat kendaraan padat di jembatan / terhempas oleh ombak. Jembatan nya roboh sehingga menimbulkan banyak korban









BAB III
KESIMPULAN
A.    Kesimpulan
        Seorang Matematikawan di tuntut untuk Bersikap profesional. Dimana seorang matematikawan harus bisa Mempertanggungjawabkan Keahlianya  di Berbagai Bidang industri.Matematikawan Harus Bersifat Jujur, Tanggung Jawab , Teliti ,dll.
Agar Dunia Industri Bisa Maju, Seorang Matematikawan harus juga mempunyai Skill dan Kemampuan Yang Baik agar bisa Membantu perkembangan dunia industri dengan ilmu matematika yang kita miliki sehingga bisa menguntungkan Banyak Pihak.

B. Saran
            Saya menyarankan kepada para pembaca untuk Bisa Memberi saran dan kritik untuk makalah yang saya telah buat . Saya sadar Akan banyak Kekurangan yang masih di miliki oleh makalah saya. Saya akan Senang jika Pembaca Bisa Memberi saran dan kritik yang lebih baik lagi kepada saya. Sehingga bisa Memperbaiki Makalah ini  di waktu yang akan datang. Semoga Kita Semua Bisa Memiliki Etika Yang Baik Dalam Menjalakan Profesi Kita Di bidang Manapun yang kita Jalankan.