Sasuke's Mangekyō Sharingan

WELCOME TO MY BLOG

● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ● WELCOME TO MY BLOG ●

Sabtu, 28 Maret 2020

Luas Trapesium Menggunakan Codebloks

Menghitung Luas Trapesium Menggunakan Codebloks

Source Code Program



Ouput Program


PENJELASAN

Masukkan nilai panjang sisi sejajar a,b, dan tinggi trapesium H.
di gambar saya membuat panjang sisi sejajar a= 20, panjang sisi sejajar b=7 dan tinggi 
trapesium H= 7. sehingga nanti kita mendapatkan hasilnya ialah   101.500000 .

Berikut Beberapa Penjelasan Code Program :

- include <stdio.h>     =sebagai header file/ pra pengolah data.   
- int main  = sebagai fungsi main.
- int ( inteljel) = tipe data angka genap asli dan di panggil menggunakan %d.
- float = sebagai tipe data angka yang berkoma dan di panggil menggunakan %f.
- printf = untuk memunclkan tampilan.
- scanf = untuk menyimpan data dilibrary.
- return = menyatakan hasil keluaran dari fungsi main() adalah 0. Dan juga menyatakan     program berakhir dengan normal.
-    ;     = sebagai delimiter / pembatas.
{ }      = sebagai tanda blok/ satu kesatuan.

Terimakasih Telah Berkunjung Ke Blog ini. Semoga Tugas Tersebut Bisa Membantu anda. :D

Mencari Luas dan Keliling Lingkaran Menggunakan Codebloks

Menentukan Luas dan Keliling Lingkaran Menggunakan Codebloks



Source Code Program

#include <stdio.h>
float main(void)
{
float phi=3.14, jari, Luas, Keliling;
printf("masukkan jari jari lingkaran: ");
scanf("%f", &jari);
Luas=phi*jari*jari;
Keliling=2*phi*jari;
printf("luas : %f\n\n", Luas);
printf("keliling : %f\n", Keliling);
getch();
return 0;
}


Output Program


Penjelasan
Di program saya menggunakan nilai phi 3.14 bukan 22/7 , Sehingga saya Menggunakan fungsi Float karna hasil luas yang dihasilkan Bukan Nilai Bulat melainkan Desimal. Jadi kalau ingin menggunakan 22/7 juga boleh tetapi kalau jari-jari nya merupakan kelipatan dari 7.



Sekian Penjelasan dari saya. Semoga Bermanfaat :)

Metode Trapezoida

                                                        Metode Trapezoida Menggunakan Matlab


Gambar. Metode Trapezoida

Metode Trpezoida adalah suatu metode pendekatan integral numerik dengan polinom orde satu. Dalam metode ini, kurva yang berbentuk lengkung di dekatkan dengan garis lurus sedemikian sehingga, bentuk dibawah kurvanya seperti trapesium.
Sebuah fungsi f(x), dengan a ≤ x ≤ b, maka integral  adalah luasan di bawah grafik f(x) dengan batas bawah a dan batas atas b.

Algoritma Metode Trapezoida 

1. Definisikan y = f(x) 
2. Tentukan batas bawah (a) dan batas atas integrasi (b) 
3. Tentukan jumlah pembagi n
4. Hitung h = (b-a)/n 

5. Hitung: Luas daerahnya :








Berikut Merupakan Source Code Program di mana diberikan f(x)=3*x^2-5*x+1.  Carilah nilai Luas Menggunakan metode Trapezoida !

Source Code Program :


clc;
f=inline('3*x^2-5*x+1');
a=input('Input batasbawah (a)      : ');
b=input('Input batasatas (b)       :');
N=input('Input jumlahpembagi area (N) :');
h=(b-a)/N;

disp('====================================');
disp('  X           f(x)            luas  ');
disp('====================================');
luas=0;
for i=1:N-1
    x=a+(i*h);
fx=f(x);
luas=luas+fx;
disp(sprintf('%10.7f    %10.7f      %10.7f ',x,f(x),luas));
end
total = (h*0.5)*(f(a)+f(b)+(2*luas));
fprintf('\nLuas :%10.7f\n',total);


Output Program


Dengan memasukan Batas bawah(a) =4 dan Batas Atas(b) =8 ,Serta Jumlah Pembagi area nya = 6. Diperoleh Nilai Luas Persamaan f(x)= 3*x^2-5*x+1 adalah 332.8888889 

Jumat, 27 Maret 2020

Elementary Path Problem (Program Dinamik)


                                                                        Program Dinamik
                                            Masalah Jalur  Dasar (Elementary Path Problem)



Pengenalan

Pemrograman dinamis adalah prosedur pengoptimalan
terutama berlaku untuk masalah yang membutuhkan urutan yang saling terkait keputusan.
Setiap keputusan mengubah situasi saat ini menjadi yang baru situasi. Urutan keputusan, yang pada gilirannya menghasilkan urutan situasi, dicari yang memaksimalkan (atau meminimalkan) beberapa ukuran nilai. Nilai urutan keputusan umumnya sama dengan jumlah nilai-nilai dari keputusan dan situasi individu dalam urutan.

Masalah Jalur Simple Misalkan untuk saat ini Anda tinggal di kota yang jalanannya Memiliki Banyak Jalur Untuk Ke tempat tujuan yang ingin anda kunjungi. Anda akan belajar cara menemukan jalur upaya minimum untuk sampa Ke tujuan. tentu saja dapat memecahkan masalah ini dengan menghitung semua kemungkinan jalur dari A ke B; menjumlahkan upaya, blok demi blok, masing-masing; dan lalu pilih jumlah terkecil seperti itu. 

Penyelesaian kasus jarak terpendek menggunakan Pemrograman Dinamik








Data Jarak :






Langkah Mundur:
 






Solusi Pemrograman Dinamik
Untuk mengembangkan pendekatan pemrograman dinamis dibuat dengan menggunakan Prinsip Optimalitas. Pada penyelesaian persoalan dengan metode :
  1. terdapat sejumlah berhingga pilihan yang mungkin,
  2. solusi pada setiap tahap dibangun dari hasil solusi tahap sebelumnya,
  3. kita menggunakan persyaratan optimasi dan kendala untuk membatasi sejumlah pilihan yang harus dipertimbangkan pada suatu tahap.

Terminologi

  1. Decision variables (Variabel Keputusan ): alternatif atau kemungkinan keputusan yang didapat pada setiap tahapan.
  2. Decision criterion (Kriteria Keputusan ) : Pernyataan tentang tujuan permasalahan.
  3. Optimal policy (Kebijakan Optimal ): Seperangkat ketentuan keputusan yang dibuat dari hasil kriteria keputusan..
  4. Transformation(Transformasi ) : Pernyatan matematis yang menghubungkan antar tahapan.

Efisiensi Komputasi

          Efisiensi pendekatan pemrograman dinamis untuk masalah jalur upaya minimum Ketika kita bertanya, dalam masalah di masa depan, berapa banyak penambahan dan berapa banyak diperlukan perbandingan untuk solusi pemrograman dinamis,
                   Kita diharapkan  untuk melakukan perhitungan yang benar-benar dilakukan, hitung poin (atau situasi) yang harus dipertimbangkan, hitung penambahan dan perbandingan yang diperlukan disetiap titik seperti itu (memperhitungkan kemungkinan perhitungan yang bervariasi di poin yang berbeda), dan total perhitungan.


Stage and State

  Tahapan (Stage): Periode atau logika sub-permasalahan.
  Variabel Pernyataan (State variables): Situasi awal atau kondisi tahapan, juga disebut variabel input.
  Umumnya satu variabel menggambarkan berapa banyak keputusan yang telah dibuat.
  Nilai dari variabel stage dan state merupakan deskripsi situasi yang memadai untuk memungkinkan pemrograman dinamis 


Prosedur Penggandaan
  dari penggandaan hanya dapat digunakan untuk proses invarian waktu, sementara prosedur yang biasa masih bekerja untuk sepenuhnya tergantung tahap umum biaya.


Sekian Mengenai Penjelasan saya mengenai Masalah Jalur dasar Pada Program Dinamik. Anda Bisa Mendownload PPT.Masalah Jalur Dasar Dan Referensi Buku Online Mengenai Program DInamik
Di bawah ini:


Catatan : 1. Untuk Yang Pertama Merupakan Power Point Masalah Jalur Dasar.
               2. Buku Bacaan Mengenai Masalah Jalur Dasar Yang Sudah Di Translete Dan Lengkap.

Untuk Mendownload File nya Ikuti Langkah Berikut :
1. Klik Link Di atas.
2. Lalu Masukkan Akun Gmail Anda Untuk Mengakses File Agar Dapat Di Download
   Setelah itu Ikuti Langkah Seperti Di Gambar
 4. Lalu Download

 5. Save Filenya



6. Selesai

Semoga Bermanfaat Dan Membantu. Terima Kasih Telah Berkunjung.

METODE BISEKSI

                                           Metode Biseksi Menggunakan Program Mathlab

metode ini adalah metode table, dimana area dibagi menjadi N bagian. 
metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini dipilih bagian mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar dibuang.Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga diperoleh akar persamaan.

Metode biseksi merupakan salah satu metode tertutup untuk menentukan solusi akar dari persamaan non linear atau disebut juga metode pembagian Interval atau metode yang digunakan untuk mencari akar-akar persamaan nonlinear melalui proses iterasi, dengan prinsip utama sebagai berikut:
  1.  Menggunakan dua buah nilai awal untuk mengurung salah satu atau lebih akar persamaan non linear.
  2. Nilai akarnya diduga melalui nilai tengah antara dua nilai awal yang ada.Metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini dipilih mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar dibuang. Hal ini dilakukan berulang - ulang hingga diperoleh akar persamaan.


Untuk menggunakan metode biseksi, tentukan batas bawah(a) dan batas atas(b). Kemudian dihitung nilai tengah: c = (a+b)/2
Dari nilai c ini perlu dilakukan pengecekan keberadaan akar :
f(a) . f(b) < 0, maka b=c, f(b)=f(c), a tetap
f(a) . f(b) > 0, maka a=c, f(a)=f(c), b tetap
Setelah diketahui dibagian mana terdapat akar, maka batas bawah & batas atas di perbaharui sesuai dengan range dari bagian yg mempunyai akar.
Interval baru dibagi dua lagi dengan cara yang sama. Begitu seterusnya sampai ukuran interval yang baru sudah sangat kecil dan hal ini tentu saja sesuai dengan toleransi kesalahan yang diberikan.

Algoritma Metode Biseksi:

1. Definisikan fungsi f(x)yang akan dicari akarnya
2. Tentukan nilai a dan b
3. Tentukantorelansie daniterasimaksimumN
4. Hitung f(a) dan f(b)
5. Jika f(a).f(b)> maka proses dihentikan karena tidak ada akar, bila tidak dilanjutkan
6. Hitung c= Hitung f(c)
7. Bila f(c).f(a)<0maka b=c dan f(b)=f(c), bila tidak a=x dan f(a)=f(c)
8.  Jika b-a<e atau iterasi>iterasi maksimum maka proses dihentikan dan didapatkan      akar = c, dan bila tidak, ulangi langkah6.
Metode biseksi dengan tolerasi error 0.001 dibutuhkan10 iterasi, semakin teliti (kecil toleransi errornya) maka semakin besar jumlah iterasinya.

1.      Source Code

clc;
f=inline('x.^2 - x - 8');
c=input('Masukkan nilai Batas Bawah (c) : ');
d=input('Masukkan nilai Batas Atas (d)  : ');
iterasi=input('Masukkan nilaiiterasinya         : ');

disp('------------------------------------------------------------------------------------------------------------');
disp(' i             c               d                f(c)             f(d)              x             f(x)');
disp('------------------------------------------------------------------------------------------------------------');

if f(c)*f(d)>0
disp('Tidak punya akar');
else
for iterasi = 1:1:iterasi
        x=(c+d)/2;
fprintf('%3g       %10.7f       %10.7f       %10.7f       %10.7f       %10.7f       %10.7f\n',iterasi,c,d,f(c),f(d),x,f(x));

if f(x)*f(c)<0
            d=x;
else
            c=x;
end
iterasi=iterasi+1;
end
fprintf('Akarpersamaandiperoleh di x = %10.7f \n',x);
end

x=linspace (-8,8);
y=f(x);
plot(x,y,'m')
grid on


1.             Output Program


1.                         

                     PLOT

Penjelasan
1.       Clc : Digunakan untuk menghapus lembar kerja bukan menghapus data-data         pada output.
2.       Iterasi : banyak pengulangan yang terjadi.
3.       Iterasi = Iterasi + 1 : Pengulangan yang akan terus dilanjutkan dengan kriteria       yang   ditambah 1 sampai mendekati nilai batas atas.
4.       Linspace  Titik koordinat untuk batas pada grafik.
5.       Plot(x,y,’m’) : grafik pada titik koordinat.
6.       Grid on : menampilkan diagram garis.
7.       For : untuk pengulangan menjalankan program iterasi.

Program akan berjalan dengan mencari nilai f(c) dan f(d) terlebih dahulu,lalu setelah itu jika f(c).f(d)>0 maka di sekitar c dan d tidak terdapat akar, jika tidak maka akan berlanjut yakni mencari titik x diantara c dan d, setelah nilai x diperoleh maka akan di cek untuk menentukan nilai batas atas dan bawah yg digunakan pada iterasi berikutnya.
Jika f(x).f(c)<0 maka untuk nilai batas bwh di ganti dengan nilai x yg diperoleh , begitu seterusnya hingga iterasi ke-20.



Pengenalan Bahasa Pemrograman R



BahasaPemrograman R

R (juga dikenal sebagai GNU S) adalah bahasa pemrograman dan perangkat lunak untuk analisis statistika dan grafik. R dibuat oleh Ross Ihaka dan Robert Gentleman] di Universitas AucklandSelandia Baru. Perangkat lunak R mula-mula dibuat oleh Ross Ihaka dan Robert Gentleman pada pertengahan 1990-an. Sejak tahun 1997, proyek R telah diorganisasi oleh R Development Core Team, di mana Chambers merupakan anggotanya. R dinamakan sebagian setelah nama dua pembuatnya (Robert Gentleman dan Ross Ihaka), dan sebagian sebagian dari permainan nama dari S.
Bahasa R kini menjadi standar de facto di antara statistikawan untuk pengembangan perangkat lunak statistika, serta digunakan secara luas untuk pengembangan perangkat lunak statistika dan analisis data. R juga telah dikembangkan untuk sistem operasi Unix, Macintosh dan Windows.
R merupakan bagian dari proyek GNU. Kode sumbernya tersedia secara bebas di bawah Lisensi Publik Umum GNU, dan versi biner prekompilasinya tersedia untuk berbagai sistem operasi. R menggunakan antarmuka baris perintah, meski beberapa antarmuka pengguna grafik juga tersedia.

Tujuan utama dari lingkungan R adalah untuk memungkinkan dan mendorong
terciptanya analisis data yang baik. manfaat-manfaat yang di berikan aplikasi R :

1. memberikan fasilitas-fasilitas umum dan mudah digunakan untuk organisasi,

penyimpanan dan pemanggilan data.
2. memberikan teknik-teknik komputasi dan metoda-metoda numerik.
3. memungkinkan membuat fungsi-fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.
4. memberikan cara interaktif, informatif dan fkelsibel untuk memandang data.

R dapat digunakan pada berbagai bidang seperti analisis keuangan, penelitian 
statistika, manajemen, akademis, matematika, grafik dan analisis data.


beberapa kelebihan dan kekurangan software R. Adapun kelebihan dan kekurangnnya adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
1. Efektif dalam pengelolaan data dan fasilitas penyimpanan. Ukuran file yang disimpan jauh lebih kecil dibanding software lainnya.
2. Lengkap dalam operator perhitungan array.
3. Lengkap dan terdiri dari koleksi tools statistik yang terintegrasi untuk analisis data, diantaranya, mulai statistik deskriptif, fungsi probabilitas, berbagai macam uji statistik, hingga time series.
4. Tampilan grafik yang menarik dan fleksibel ataupun costumized.
5. Dapat dikembangkan sesuai keperluan dan kebutuhan dan sifatnya yang terbuka, setiap orang dapat menambahkan fitur-fitur tambahan dalam bentuk paket ke dalam software R.

Kekurangan:
1. Terlalu banyak command
2. Tidak memiliki kemampuan untuk menganalisa multivariabel
3. Fungsi yang "menyesatkan" atau nama-nama parameter (data =, sort, if)
4. Pengendalian variabel yang tidak rapih
5. Cara untuk penamaan dan menggantikan nama variabel sangat rumit
6. Fungsi-fungsinya berjalan berdasarkan prosedur
7. Memiliki kemampuan yang rendah untuk memilih himpunan variabel


R menyediakan berbagai teknik statistika (permodelan linier dan nonlinier, uji statistik klasik, analisis deret waktu, klasifikasi, klasterisasi, dan sebagainya) serta grafik. R, sebagaimana S, dirancang sebagai bahasa komputer sebenarnya, dan mengizinkan penggunanya untuk menambah fungsi tambahan dengan mendefinisikan fungsi baru. Kekuatan besar dari R yang lain adalah fasilitas grafiknya, yang menghasilkan grafik dengan kualitas publikasi yang dapat memuat simbol matematika. R memiliki format dokumentasi seperti LaTeX, yang digunakan untuk menyediakan dokumentasi yang lengkap, baik secara daring (dalam berbagai format) maupun secara cetakan.


Selain kelebihan dan kelengkapan fitur-fiturnya, hal yang terpenting lainnya yakni, R bersifat multiplatform, yakni dapat diinstall dan digunakan baik pada system operasi Windows , UNIX/LINUX maupun pada Macintosh. Untuk dua system operasi disebutkan terakhir diperlukan sedikit penyesuaian.
Selain kelebihan disebutkan di atas, R didukung oleh komunitas yang secara aktif saling berinteraksi satu sama lain melalui Internet dan didukung oleh manual atau R- help yang menyatu pada software R

Looping Dalam R
Looping merupakan suatu cara untuk mengulang suatu perintah dengan kondisi yang ditentukan. Menggunakan loop, kita dapat mengotomatiskan suatu kode yang butuh diulang dalam suatu fungsi. Looping yang digunakan dalam R yaitu forwhile, dan repeat. Secara garis besar, diagram bekerjanya loop adalah sebagai berikut:



While = Melakukan kode perintah, selama kondisi yang diberikan benar. Menguji kondisi sebelum melakukan kode perintah (badan loop)
For = Seperti halnya while, hanya saja akan menguji kondisi di akhir kode perintah (badan loop)
Repeat = Melakukan serangkaian kode perintah beberapa kali

Cara memanggil fungsi

Sebelum dapat digunakan, suatu fungsi harus dipanggil terlebih dahulu sehingga tersedia di Global Environment. Cara memanggil fungsi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1.     Fungsi dapat dipanggil secara langsung dengan cara menjalankan fungsi tersebut secara eksplisit. Misalnya anda menuliskan kode fungsi jumlah pada skrip fungsi_baru.R, maka anda dapat menjalankan kode dalam fungsi_baru.R sehingga fungsi jumlah menjadi tersedia di Global Environment.
2.     Fungsi dapat dipanggil secara implisit dengan cara menyisipkan dokumen fungsi pada source(). Pertama, anda dapat menuliskan kode fungsi tersebut dalam skrip (contoh: fungsi_baru.R) kemudian menyimpannya dalam suatu direktori (contoh: ~/Dokumen/R/Fungsi). Kemudian, sisipkan perintah source("~/Dokumen/R/Fungsi/fungsi_baru.R") pada bagian awal skrip utama yang akan anda gunakan untuk bekerja. Maka fungsi jumlahakan tersedia di Global Environment dan dapat segera digunakan.

Jika anda membuat banyak fungsi, maka sebaiknya simpan masing-masing fungsi tersebut dalam dokumen skrip secara terpisah (contoh: jumlah.R, reskala.R, normalisasi.R, dan seterusnya). Hal ini bertujuan untuk mempermudah jika ada perubahan atau perbaikan kode yang harus dilakukan pada suatu fungsi tertentu.